Atribut Kampanye Paslon Amarullah-Bonnie Masuk Kampus UMT, Mahasiswa Kecam dan Sebut Langgar Etika Akademik


Tangerang, Jurnalistik UMT – Kehadiran mobil kampanye milik pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, Amarullah-Bonnie, yang masuk ke area Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) pada Selasa malam (29/10/2024) memicu kontroversi di kalangan mahasiswa. Berbalut atribut kampanye lengkap dengan gambar pasangan calon dan slogan politik, kendaraan tersebut tampak parkir di tengah kampus, menimbulkan kritik keras dari berbagai pihak yang menilai kampus seharusnya menjadi ruang bebas dari pengaruh politik praktis.

Presiden Mahasiswa UMT, Asrul, mengutuk kehadiran atribut politik di lingkungan akademik tersebut.

“Ini adalah pelanggaran etika di lingkungan kampus! Untuk seluruh mahasiswa UMT mari sama-sama menjaga independensi di kampus agar tidak terjadi hal-hal semacam ini lagi. Karena kita semua yakin dan tidak mau, kampus akhirnya menjadi tempat politik praktis, tempat transaksi politik praktis!” tegas Asrul.

Lebih lanjut, Asrul menduga adanya ‘relasi kuasa’ yang memungkinkan mobil tersebut bisa masuk dengan bebas ke lingkungan kampus tanpa pengawasan ketat. Ia mendesak pihak rektorat untuk mengambil tindakan tegas dalam menjaga independensi kampus. 

“Kami mendesak pihak rektorat untuk berlaku tegas dan bijaksana dalam menjaga independensi ruangan UMT menjadi ruangan paling akademis, bukan tempat politik praktis,” tambahnya.

Tidak hanya BEM, kritik serupa juga disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Kevin. Menurutnya, penggunaan atribut kampanye di area kampus sangat tidak etis dan mencederai prinsip netralitas akademis. 

“Kalau memang ingin bersilaturahmi atau berkunjung, ya seharusnya tidak perlu menggunakan kendaraan beratribut politik seperti itu. Terlalu mencolok dan tidak menghargai nilai-nilai kampus sebagai ruang netral,” tegas Kevin.


Peristiwa ini menarik perhatian mahasiswa lainnya, yang mempertanyakan komitmen kampus dalam menjaga nilai-nilai akademis dari pengaruh politik. Di media sosial, sejumlah mahasiswa juga membagikan foto mobil tersebut dengan berbagai komentar yang menyayangkan adanya ‘politik praktis’ di lingkungan kampus.

Mahasiswa berharap pihak rektorat segera bertindak untuk menjaga independensi dan netralitas kampus, terutama di tengah suasana pemilihan kepala daerah yang semakin memanas.

Tim Liputan:

  • Fadilla Dyah Ayu Listiana
  • Rita Sulistyo
  • Tiara Ayu Dijaya

Penulis: Tiara Ayu Dijaya

Komentar