Sumber Foto: Akun X @Opposisi6890
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) turun ke jalan dengan membawa delapan tuntutan, pada Selasa (18/08/26). Aksi #MerebutKemerdekaan ini terjadi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Mengutip dari unggahan KOMPAS.com (18/08), terdapat delapan tuntutan aksi yang dibawa oleh BEM UI, yakni:
1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
5. Mengevaluasi total PSN serta menghentikan MBG dan KDMP.
6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
7. Menetapkan status bencana nasional untuk Daerah Sumatera dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
8. Menghentikan represifitas dan Intervensi TNi- Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.
Sebagaimana dikutip dari BBC News Indonesia, Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra menuturkan bahwasannya tuntutan tersebut bukan tanpa dasar dan saling berkaitan.
"Semua tuntutan kami punya benang merah, menunjukkan negara yang semakin kuat, dan rakyat yang semakin lemah," ucap Fathimah (BBC News Indonesia, 18/8).
Menurut hasil wawancara yang bersumber dari berita TribunJakarta.com (18/8), Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menjelaskan, aksi demonstrasi tersebut digelar untuk mempertanyakan kondisi Indonesia setelah 81 tahun merdeka.
"Sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?," kata Yatalathof (TribunJakarta.com, 17/8).
Dilansir dari detik.com (18/8), Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan bahwa ribuan personel gabungan telah diikerahkan untuk mengamankan aksi yang hanya dihadiri oleh ratusan mahasiswa ini.
"Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel," ujar Budi (detik.com, 18/8).
Berdasarkan vidio yang banyak beredar di akun media sosial X, dapat terlihat bahwa seiring berjalannya aksi tersebut, kericuhanpun tidak terhindarkan dan terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan aparat.
Pada situasi ini Fathimah Azzahra menyampaikan orasi tegas yang dipicu oleh insiden desak-desakan dan senggolan fisik dari aparat.
"Karena saya lihat teman-teman saya sudah terhimpit, karena kekacauan tadi. Saya ingin mereka kembali ke sini, bukan karena saya nurut pada anda, tapi karena bagi saya, teman-teman saya lebih berharga! karena saya tahu, bagi anda nyawa teman-teman saya ini tidak ada artinya!," tegas Fathimah dalam orasi tersebut.
Penulis:
Layla Rahmawati

Komentar
Posting Komentar